Apakah itu sepele? Tidak bagi kami
:-)
Ber-15 orang di satu rumah, bisa dibayangkan seberapa banyak produksi
sampah hariannya. Dari sampah dapur saja bisa 1 ember besar, belum lagi
sampah aneka plastik kertas dll yang juga bisa 1 ember. Ehm jika
ditimbun saja atau sekedar dibuang akan jadi masalah bukan? Maka kami
dengan cara yang sederhana, mencoba membuat solusi untuk penanganan
sampah kami. Yang pertama,, kami biasakan anak2 asuh untuk memilah
sampah basah dan kering, maka kami
sediakan 3 tempat sampah di dapur. Pertama untuk sampah kering yaitu
aneka plastik, kedua untuk sampah basah sisa pengolahan kegiatan masak
memasak, dan ketiga unggun sampah basah sisa dari cucian piring. Ketiga
jenis sampah ini kemudian akan mendapat treatment berbeda. Sampah kering
akan dibakar setiap hari di tong besi khusus. Sampah kedua dipotong
kecil2 untuk ditreatment jadi kompos, sampah ketiga dicuci dulu sebelum
dicampur dengan sampah kedua. Alhamdulilah sejak awal berdirinya rumah asuh ini, pengelolaan sampah menjadi salah satu agenda penting untuk dipahami dan dilaksanakan oleh anak2 asuh, sebagai bentuk penanaman rasa tanggung jawab pemeliharaan bumi yang semakin tua
.

Kiri, ember untuk starter, kanan bak pengkomposan
Tong tempat membakar sampah kering setiap pagi/sore
Sayuran
untuk konsumsi sendiri, masih perlu pelatihan nih untuk diverifikasi
tanaman.
yang kita punya saat ini untuk keprluan dapur: tanaman singkong, ubi jalar, pepaya, katuk, sereh, jeruk,
Yuk yang bisa bantu melatih, welcome pisan 


Tidak ada komentar:
Posting Komentar